Cara Menangani Gejala Acute Mountain Sickness Ketika Berada di Gunung

Cara Menangani Gejala Acute Mountain Sickness Ketika Berada di Gunung – Kegiatan menyusuri alam belantara sudah menjadi trending saat ini. Mulai dari kalangan anak, remaja, muda, dewasa hingga yang tua. Tidak dipungkiri bahwa kegiatan satu ini memang membuat ketagihan bagi yang suka tantangan. Bagaimana tidak? Melihat pemandangan alam yang luar biasa indahnya tentu membuat siapa saja merasa bahagia.

Akan tetapi, sudahkah kita mengenal bahaya-bahaya ketika akan melakukan kegiatan outdoor? Artikel kali ini akan membahas tentang teknik survive ketika kondisi darurat di alam belantara. Survival adalah kegiatan yang masih sangat erat dengan kesederhanaan. mengapa? karena survive tentu akan dilakukan bagi pengelana untuk bertahan hidup.

Jadi pada intinya kegiatan survival ini adalah hal yang harus kita lakukan ketika tersesat di hutan belantara.Banyak diantara kita menggeluti hobi yang ekstrim ini tanpa tahu sebab sebab apa yang akan terjadi kedepannya. sebagai contoh pada masa sekarang ini, ketika banyak orang berbondong bondong mendaki gunung, ia tidak membawa sedikitpun P3K atau yang lainnya untuk menjamin keselamatan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

padahal kegiatan satu ini tidak bisa untuk disepelakan begitu saja, harus mengetahui survival skill untuk bisa bertahan hidup dengan kondisi apapun. Untuk mengetahui teknik teknik dasar Survival di Gunung, yuk simak ulasan berikut.

Cara Penanganan Dasar

menyusuri hutan belantara adalah hal yang berbahaya dilakukan. sebab perlu mempertimbangkan segala hal tentang cuaca, makan, binatang buas, cidera dan lain sebagainya pun harus kita pahami. Untuk beberapa hal  yang penting jadi acuan kita memahami tentang teknik survival pada dasarnya adalah mudah jika kita mau untuk belajar dan bersabar.

Berikut adalah beberapa contoh kasus dan cara penanganannya ketika kita berada di Gunung maupun Hutan Belantara.

AMS ( Acute Mountain Sicknes)

Pernahkah kalian mendengar istilah “muontain sickness”? jika belum maka akan saya beritahu. Mountain Sickness atau bisa juga disebut  dengan altitude sickness merupakan kumpulan beberapa gejala yang timbul secara tiba-tiba akibat tubuh kita kekurangan asupan oxygen karena tekanan oxygen yg rendah di pegunugan.

Orang bisa terkena Mountain Sickness ketika berada di Ketinggian lebih dari 2400-2500 Mdpl ,semakin tinggi gunung ke atas semakin bertambah bahanya pula tentang AMS. jika di Indonesia ini banyak sekali gunung gunung tinggi yang melebihi ketinggian tersebut, maka kita harus berhati hati.

Orang yang terkena Gejala Mountain Sickness biasanya mempunyai beberapa gejala, di antaranya,

  • Pusing dan merasa mual-mual bahkan hingga muntah
  • Nyeri kepala
  • Kelelahan dan hilang nafsu makan
  • Bernafas cepat dan detak jantung terasa cepat

Apakah kalian pernah mengalami ketika sedang mendaki gunung? jika sudah berarti kalian terkena gejala satu ini. adapun gejala yang jika dibiarkan terus menerus akan bertambah bahaya, yakni:

  • Warna kulit kebiruan
  • Sesak nafas, dada seperti terikat, susah bernafas walaupun dalam posisi beristirahat
  • Batuk keras hingga keluar darah
  • Penurunan kesadaran, mengigau, tidak dapat diajak berkomunikasi
  • Lemas bahkan hilang kesadaran. Itu dia gejala yang dapat terjadi

dalam fase ini, jika kita terkena gejala seperti di atas, berarti kita sudah memasuki fase dimana kita sedang mengalami HYPOTERMIA.

Jika kalian sedang mengalami gejala gejala di atas saat sedang mendaki, jangan panik. Teman sependakian bisa menyelamatkan Anda atau Anda dapat menolong teman sependakian jika ini terjadi. Untuk menangani Gejala AMS (Acute Mountain Sickness) harus dengan kesabaran dan prosedur yang benar, seperti :

  • Membawa korban ke tempat yang lebih rendah

Hal ini yang harus di lakukan paling utama, sebab berada pada ketinggian membuat oxygen semakin menipis. Bawalah turun korban berada di kerendahan. Misalkan jika terkena AMS di Pos 7, maka Anda harus membawa berada ke Pos 4 atau Pos 3 supaya mendapat tekanan oxygen lebih baik.

  • Jika Anda membawa oxygen portable, berikan secara optimal ke korban. Dengan Posisi pasien duduk dan sedikit menunduk dan paksa agar mau menghirup oxygen secara dalam dan perlahan.
  • Langkah selanjutnya ketika korban sudah sadar, berilah Teh Hangat agar kondisi tubuh kembali stabil.

 

Korban mountain sickness haram hukumnya melanjutkan perjalanan ke tempat lebih tinggi. Besarkan hatinya, bujuklah korban untuk menghentikan perjalanannya karena dapat membahayan nyawa. Itu dia guys sedikit tentang mountain sickness.

Itulah mengapa para pendaki gunung tinggi dunia selalu membawa tabung oxygen dan rutin melakukan aklimatisasi, karena untuk mencegah terjadinya mountain sickness, yg bisa menyebabkan kematian. Mungkin cukup sekian apa yang bisa dihaturkan, next post akan dishare tentang cara cara menangani bahaya ketika di hutan belantara dan gunung. salam lestari!